Ketua Umum Asalvo Indonesia, Bimantoro Wiyono, menegaskan kembali visi Asalvo sebagai wadah utama bagi para penggila otomotif di tanah air. Komitmen ini ditekankan dalam gelaran Musyawarah Nasional (Munas) IV Asalvo Auto Community yang berlangsung pada 4 April 2026 di Jakarta International Equestrian Park. Momen ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan penanda sejarah penting bagi Asalvo.
Secara resmi, Asalvo Indonesia kini menjadi bagian dari keluarga besar Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat. Pengukuhan ini disambut antusias oleh jajaran pengurus IMI Pusat yang turut hadir, termasuk Wakil Ketua Umum Olahraga Prestasi Ananda Mikola, Wakil Ketua Umum Mobilitas Oke D. Junjunan, serta Direktur Touring dan Komunitas Ahmad Dipoditiro Latief. Kehadiran mereka menjadi bukti sinergi yang kuat antara Asalvo dan induk organisasi otomotif nasional.
Bimantoro mengenang perjalanan Asalvo yang telah berdiri sejak tahun 2000. Ia bangga melihat bagaimana komunitas ini terus berkembang, kini merentangkan sayapnya ke delapan cabang di berbagai kota besar Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Palembang, Pekanbaru, Palangkaraya, Pontianak, Medan, hingga Batam. "Selama 26 tahun perjalanan, Asalvo bukan hanya bertahan, tetapi terus tumbuh menjadi rumah besar bagi para pecinta otomotif di Indonesia, " ujarnya dengan nada penuh haru.
Munas IV ini menjadi titik krusial untuk memperkuat fondasi organisasi, memetakan kembali arah gerak, serta mengukuhkan kembali janji setiap anggota untuk menjaga eksistensi dan kebersamaan yang telah terjalin erat. "Asalvo bukan sekadar klub mobil. Asalvo adalah rumah—rumah bagi persahabatan, solidaritas, dan semangat kebersamaan, " tegas Bimantoro, menekankan nilai-nilai kekeluargaan yang menjadi jantung Asalvo.
Dalam forum yang khidmat tersebut, Bimantoro memaparkan berbagai capaian gemilang di bawah kepemimpinannya. Bergabungnya Asalvo dengan IMI, ekspansi jumlah cabang, hingga suksesnya penyelenggaraan acara nasional seperti Car Meet Up menjadi bukti nyata kerja keras dan dedikasi seluruh pengurus dan anggota di berbagai daerah. Ia selalu menekankan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kolaborasi, bukan semata upaya pengurus pusat.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya merawat rasa persaudaraan di tengah pertumbuhan organisasi yang pesat. "Yang paling penting bukan hanya jumlah anggota, tetapi rasa persaudaraan yang kita bangun dan jaga bersama, " imbuhnya, mengingatkan bahwa ikatan emosional jauh lebih berharga dari sekadar kuantitas.
Ke depan, Asalvo memiliki ambisi besar untuk memperluas jangkauannya ke lebih banyak wilayah di Indonesia. Selain itu, peran Asalvo sebagai komunitas yang memberikan dampak positif, terutama bagi generasi muda, akan terus ditingkatkan. Bimantoro mengajak seluruh anggota untuk melihat dunia otomotif sebagai arena berkarya yang menjunjung tinggi etika, solidaritas, dan kontribusi sosial.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan pesan inspiratif kepada generasi muda: "Mari kita terus melaju, terus berkembang, dan menjadikan Asalvo kebanggaan dunia otomotif Indonesia, hari ini dan hingga masa depan." Pesan ini menggema, menginspirasi semangat baru untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam memajukan industri otomotif nasional.

Aa Ruslan Sutisna